Selasa, 11 Oktober 2011

Perubahan Entalpi Reaksi


Kata Pengantar
Assalamu allaikum wr.wb
Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan saya kemudahan beserta petunjuknya sehingga saya dapat dan mampu melakukan sebuah praktikum Kimia untuk menentukan perubahan entalpi (ΔH Reaksi) dengan melakukan percobaan sederhana. Tidak lupa pula saya ucapkan banyak terimakasih kepada Guru Kimia saya selaku guru pembimbing dalam melakukan sebuah praktikum tersebut.
Dengan melakukan eksperimen termokimia ini, sebuah laporan telah berhasil saya susun setelah melakukan eksperimen. Pembuatan Laporan Praktikum Perubahan Entalpi ini adalah sebagai bukti hasil dari percobaan-percobaan yang dilakukan saat praktikum, dan untuk melengkapi tugas dari Praktikum Perubahan Entalpi. Namun, saya minta maaf yang sebesar – besarnya apabila dalam susunan atau kata – kata dalam laporan ini yang saya gunakan kurang tepat.
Akhir kata, Wassalamu allaikum wr. Wb



















Cutri Amilah




Daftar isi
Kata Pengantar
Daftar Isi
Pendahuluan
·       Latar Belakang
·       Dasar Teori
·       Tujuan
·       Rumusan Masalah
Eksperimen
·       Alat dan Bahan
·       Langkah-Langkah
·       Pembahasan
Penutup
·       Kesimpulan dan Saran-Saran









PENDAHULUAN
Latar Belakang
            Dalam penerapan termokimia menentukan perubahan entalpi reaksi bahwa energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, energi hanya dapat diubah dari bentuk satu kebentuk yang lainnya disini saya akan melakukan kegiatan menentukan perubahan entalpi larutan NaOH dengan larutan HCl.

Dasar Teori
Perubahan Entalpi
Entalpi = H = Kalor reaksi pada tekanan tetap = Qp
Perubahan entalpi adalah perubahan energi yang menyertai peristiwa perubahan kimia pada tekanan tetap.
a.    Pemutusan ikatan membutuhkan energi (endoterm)
b.    Pembentukan ikatan memberikan energi (eksoterm)

Tujuan
Menentukan perubahan entalpi dari reaksi natrium hidroksida dan asam klorida yang menghasilkan satu Mol air sesuai dengan persamaan reaksi:

NaOH(aq) + HCl(aq)  -------->      NaCl(aq) + H2O(l)

Rumusan masalah
§  Bagaimanakah cara menentukan perubahan entalpi dari kegiatan ini ?





Perubahan entalpi reaksi
   I.      Alat dan Bahan :
§  Gelas plastik 250mL                       1 buah
§  Gelas ukur 100mL                           2 buah
§  Termometer 0C-100C                    1 buah
§  Larutan NaOH 1 Mol                       50 mL
§  Larutah HCl 1 Mol                           50 mL

  II.      Langkah-Langkah
  1. Persiapkan alat dan bahan yang akan digunakan, peralatan yang akan digunakan harus bersih.
  2. Masukan larutan NaOH dan HCl masing-masing kedalam gelas plastik.
  3. Ukurlah temperatur larutan NaOH dan HCL tersebut sebelum direaksikan.
  4. Termometer juga harus dibersihkan dan dikeringkan sebelum digunakan untuk mengukur temperatur larutan yang berbeda.
  5. Kemudian campurkan kedua larutan tersebut kedalam gelas ukur.
  6. Larutan tersebut terus di aduk dan ukur temperaturnya sampai suhunya tidak naik lagi.

III.      Pembahasan 
larutan
massa
Suhu Awal
Suhu Akhir (setelah digabung)
NaOH
50mL
31C
34,5C(t2)
HCl
50mL
29C
Kedalam suatu kalorimeter gelas plastik direaksikan sebanyak 50 mL larutan NaOH 1M    dengan 50 mL larutan HCl 1M dengan suhu awal 31,25 oC, ternyata suhu campuran naik menjadi 35 oC. Jika kalor jenis larutan dianggap sama dengan kalor jenis air yaitu 4,2 Jgr-1C-1
Reaksi antara NaOH dengan HCl mengakibatkan kenaikan suhu dari 31,25 0C menjadi 35 0C   sehingga dengan demikian reaksi tersebut tergolong reaksi Eksoterm. karena kalor jenis larutan sama denga kalor jenis air sehingga massa jenis larutan juga sama dengan massa jenis air yaitu 1 grL-1
Kalor jenis larutan = 4,2 Jgr-1C-1 ,
Kenaikan suhu (∆t) = T2 - T1
                               = 35 0C – 31,25 0C
                               = 3,75 0C

Q = m. c. ∆t

Sehingga,

V larutan = m NaOH + m HCl
               = 50 ml + 50 ml
              = 100 ml

V larutan = V air = 100 ml

m larutan = V larutan x ρ air
                = 100 ml x 1g/ml
                = 100 g

Q larutan = m. c. ∆t
                 = 100 g . 4,2 Jgr-1C-1 . 3,75 0C
                 = 1.575 J
                 = 1,575 KJ

Kalor di atas adalah kalor yang timbul dari reaksi 50 mL NaOH 1M dengan 50 mL HCl 1M
50 mL NaOH 1M mengandung 50 mmol NaOH = 0,05 mol NaOH
50 mL HCl 1M mengandung 50 mmol HCl = 0,05 mol HCl

∆H reaksi harus dihitung sesuai dengan stoikiometri reaksi. Jadi, ∆H reaksi dihitung berdasarkan reaksi 1 mol NaOH dengan 1 mol HCl ( sesuai dengan koefisien reaksi ) jadi,

Q reaksi + Q larutan = 0
Q reaksi = - Q larutan
             = - 1.575 Joule
             = - 1,575 KJ

Reaksi berlangsung dengan eksoterm, sehingga ∆H = -Q
∆H = - 1,575 KJ
 

Penutup
Kesimpulan dan Saran-Saran
Kesimpulan
  •  Perubahan entalpi reaksi yang di lepaskan atau diserap hanya bergantung kepada keadaan awal dan keadaan akhir. Semakin tinggi temperature reaksi makin cepat laju reaksinya.
  •  Perubahan kalor pada suatu zat atau sistem di tentukan oleh perubahan suhu, massa zat dan kalor jenis, kalor jenis adalah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 gram zat setinggi 1 k.
  • Reaksi antara NaOH dengan HCl menghasilkan kalor sebesar 1575 j atau 1,575 KJ
  • suhu nya naik yang berarti bahwa reaksi tersebut adalah reaksi eksoterm dan Suhu berpindah dari sistem ke lingkungan.
Saran-Saran
  • pastikan semua alat dalam keadaan bersih sebelum digunakan agar larutan tidak tercemar.
  • lingkungan kerja harus bersih agar eksperimen dapat berjalan baik.
  • Jika termometer sudah digunakan untuk mengukur suhu, maka harus dicuci dengan air terlebih dahulu sebelum digunakan kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar