Sabtu, 29 Oktober 2011

jaringan dan organ tumbuhan

kata pengantar
Assalamu allaikum wr.wb
Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan saya kemudahan beserta petunjuknya sehingga saya dapat dan mampu melakukan sebuah praktikum Biologi untuk mengamati jaringan dan organ pada tumbuhan. Tidak lupa pula saya ucapkan banyak terimakasih kepada Guru Biologi saya selaku guru pembimbing dalam melakukan sebuah praktikum tersebut.
Dengan mengamati jaringan dan organ tumbuhan tersebut saya lebih mengetahui perbedaan antara jaringan dan organ pada tumbuhan monokotil dan dikotil. Dan sebuah laporan telah berhasil saya susun setelah melakukan pengamatan. Namun, saya minta maaf yang sebesar – besarnya apabila dalam susunan atau kata – kata dalam laporan ini yang saya gunakan kurang tepat.
Akhir kata, Wassalamu allaikum wr. Wb
















Cutri Amilah





Daftar isi
Kata Pengantar
Daftar Isi
Pendahuluan
·         Latar Belakang
·         Dasar Teori
·         Tujuan
·         Rumusan Masalah
Eksperimen
·         Alat dan Bahan
·         Langkah-Langkah
Ø  Melihat Akar Tumbuhan
Ø  Melihat Batang Tumbuhan
Ø  Melihat Daun Tumbuhan
·         Tabel Hasil Pengamatan
·         Pembahasan
Ø  Tumbuhan Monokotil
1)  Akar
2)  Batang
3)  Daun
Ø  Tumbuhan Dikotil
1)  Akar
2)  Batang
3)  Daun
Penutup
·         Kesimpulan dan Saran-Saran
1.  Kesimpulan
2.  Saran-Saran


PENDAHULUAN
Latar Belakang
            Tubuh makhluk hidup tersusun atas jutaan sel. Sel-sel yang memiliki struktur dan fungsi yang sama membentuk suatu jaringan. Beberapa macam jaringan akan membentuk suatu organ. Kumpulan bermacam-macam organ membentuk suatu sistem organ. Akhirnya, beberapa macam sistem organ saling melengkapi dan bekerja sama untuk membentuk suatu individu makhluk hidup. Namun, pada tumbuhan tidak terdapat sistem organ. Petumbuhan hanya sampai pada organ kemudian membentuk satu individu tumbuhan.
            Pada praktikum kali ini kami mencoba mengamati jaringan epidermis dan organ pada tumbuhan. Kami ingin mengetahui berbagai macam bentuk jaringan epidermis beserta modifikasinya dan bentuk organ pada tumbuhan dikotil dan monokotil.

Dasar Teori
Jaringan adalah kumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. Untuk melakukan proses-proses hidup pada tumbuhan terdapat bermacam-macam sel yang masing masing mmpunyai fungsi terentu. Jaringan pada tumbuhan dapat di kelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa.
1.    Jaringan Meristem
Jaringan meristem terdiri dari sel-sel yang akif membleah (bersifat embrional). Fungsinya memperpanjang pertumbuhan batang dan akar serta memperbesar batang tumbuhan dikotil.

Berdasarkan asal usulnya, jaringan meristem dikelompokkan menjadi dua yaitu:
1. Meristem primer, sel-slnya merupakan perkmbangan langsung dari sel-sel embrional. Misalnya kuncup, ujung batang, dan ujung akar.
2. Meristem sekunder, berasal dari jaringan dewasa yang telah mengalami diferenisasi. Misalnya kambium dan kambium gabus yang terdiri dari parenkim atau jaringan dasar kolenkim.

Berdasarkan posisi dalam tubuh tumbuhan, meristem dibedakan menjadi tiga, sebagai berikut.
1.    Meristem apikal,terdapat di ujung akar, ujung pucuk utama, dan pucuk lateral.
2.    Meristem interkalar, terdapat diantara jaringan dewasa.
3.    Meristem lateral, terletak sejajar dengan permukaan organ tempat ditemukannya.

2.    Jaringan Dewasa
Jaringan dewasa merupkan jaringan yang telah mengalami deferensiasi dan tidak bersifat merisematik lagi. Jaringan dewasa dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu sebagai berikut.

a. Jaringan Epidermis (Jaringan Pelindung). Terdapat pada permukaaan seluruh bagian tibih timbihan dan berfungsi untuk melindungi jarigan di sebelah dalamnya. Sel-sel epidermis sebagian dapat berkembang menjadi alat-alat tambahan lain (derivate epidermis), seperti stomata, trikoma, sel kapas, sistolit, sel silica dan sel gabus.

b. Jaringan Parenkim (Jaringan Dasar), Terdapat hampir di semua bagian tubuh tumbuhan dan mengisi jaringan tumbuhan. Contoh: sebagai korteks diantara epidermis dan pembuluh angkut pada batang dan akar, sebagai empulur batang, merupakan mesofil pada daun, dan penyimpan cadangan makanan pada buah dan biji. Jringan parenkim berfungsi sebagai penyimpan cadangan makanan dalam bentuk zat tepung, pada sel yang mengandung klorofil mampu membentuk zat tepung, dan sebagai tempat untuk menimbun atau menyimpan air.

c. Jaringan Penyokong
1. Jaringan Kolenkim, Terdapat pada tumbuhan muda, terdiri dari sel-sel yang hidup dengan dinding sel dari selulosa. Contoh: terdapat pada bagian terluar batang dan urat daun. Fungsinya sebagai penguat atau penunjang tubuh tumbuhan karena dinding selnya telah mengalami penebalan.
2. Jaringan Sklerenkim, Terdapat pada tumbuhan yang sudah berkayu, sel-selnya mati dengan dinding sel dari zat lignin dan berfungsi sebagai alat penyokong. Jaringan sklerenkim dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu sebagai berikut
a. Serat sklerenkim, terdapat pada silinder pusat, korteks, xilem serta floem.
b. Sklereid (sel batu), bentuk dan ukuran berfariasi, terdapat pada semua bagian tumbuhan, terutama di dalam kulit kayu, pembuluh
tapis dan dalam buah dan biji.

d. Jaringan Pengangkut
Jaringan pengangkut pada tumbuhan tingkat tinggi terdiri dari xylem dan floem. Xylem dan floem bersama-sama disebut berkas pengangkutan (berkas vaskuler).
1. Xilem, Komponen penyusun xilem terdiri dari : unsure trakeal (trakea dan trakeid), serabut xilem dan parenkim xilem. Letaknya pada bagian kayu tumbuhan dan berfungsi mengangkut air dan garam-garam mineral dari akar menuju bagian atas tubuh tumbuhan
2. Floem, Komponen penyusun floem terdiri dari: unsure-unsur tapis, sel pengiring, serabut floem, dan parenkim floem. Letaknya pada bagian kulit kayu dan berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke sleuruh tubuh tumbuhan.

Posisi xilem dan floem pada tumbuhan dapat menentukan tipe berka pengangkutnya. Ada tiga tipe berkas pengangkut berdasarkan posisi/letak xilem dan f
loem, yaitu sebagai berikut.
1. Tipe Kolateral, apabila xilem dan floem terletak berdampingan. Floem berada di bagian luar dari xilem. Ada dua tipe kolateral yaitu
a. kolateral terbuka, apabila antara xilem dan floem terdapat kambium. Terdapat pada dikotil.
b. Kolateral tertutup, apabila antara xilem dan floem tidak dijumpai cambium. Terdapat pada monokotil.
2. Tipe Konsentris, apabila xilem dikelilingi floem atau sebaliknya. Ada dua tipe konsentris, yaitu:
a. Konsentris amfikibral, apabila xilem berada di tengah dan floem mengelilingi, dijumpai pada Pteridophyta.
b. Konsentris anfivasal, apabila floem berada di tengah dan xilem mengililingi, dijumpai pada Cirdyline sp.
c. Tipe radial, apabila xilem dan floem letaknya bergantian menurut jari-jari lingkaran, dijumpai pada akar tumbuhan monokotil.

e. Jaringan Gabus
, Tersusun atas sel-sel gabus yang berfungsi melindungi jaringan lain di bawahnya agar tidak terlalu banyak kehilangan air. Pada tumbuhan dikotil, dibentuk oleh cambium gabus atau felogen di bawah epidermis.
f. Jaringan Sekretoris, Jaringan sekretoris menghasilkan senyawa yang tidak keluar dari tubuh. Beberapa bentuk penting jaringa sekretoris adlah sel kelenjar, jaringa kelenjar, dan saluran getah.
Tujuan
§  Mengamati dan mengenali struktur akar, batang dan daun
§  Mengenali nama-nama struktur penyusun akar, batang dan daun
§  Menunjukkan letak jaringan epidermis, dan jaringan pengangkut pada akar, batang dan daun
§  Membedakan secara anatomi bentuk akar dikotil dengan monokotil dan batang dikotil dengan monokotil
§  Mengamati dan mengenali jaringan meristem
Rumusan masalah
  • Bagaimana struktur akar, batang, daun ?
  • Apa perbedaan struktur akar dikotil dengan monokotil ?
  • Apa perbedaan struktur batang dikotil dengan monokotil ?
  • Apa perbedaan struktur daun dikotil dan monokotil ?















Eksperimen Iii
jaringan dan organ tumbuhan
   I.      Alat dan Bahan
§  Tebu (tanaman monokotil)
§  Bayam (tanaman dikotil)
§  Pisau tajam
§  Mikroskop
§  Air
§  Pipet tetes
§  Kaca objek
§  Pinset
§  Tissue

  II.      Langkah-Langkah
a.    Melihat akar tumbuhan
*     Monokotil
Ø  Ambil bagian akar pada tebu
Ø  Buat penampang melintang akar tebu dengan cara mengiris setipis mungkin akar tebu
Ø  Letakkan irisan akar pada kaca objek, kemudian tetesi dengan air
Ø  Amati dibawah mikroskop dengan pembesaran perlahan-lahan dari yang terendah
Ø  Gambar hasil pengamatan
*     Dikotil
Ø  Ambil bagian akar pada bayam
Ø  Buat penampang melintang akar bayam dengan cara mengiris setipis mungkin akar bayam
Ø  Letakkan irisan akar pada kaca objek, kemudian tetesi dengan air
Ø  Amati dibawah mikroskop dengan pembesaran perlahan-lahan dari yang terendah
Ø  Gambar hasil pengamatan
b.    Melihat batang tumbuhan
*     Monokotil
Ø  Ambil bagian batang pada tebu
Ø  Buat penampang melintang batang dengan mengiris setipis mungkin batang tebu
Ø  Letakkan pada kaca objek, lalu tetesi dengan air
Ø  Amati dibawah mikroskop dengan pembesaran perlahan-lahan dari yang terendah
Ø  Gambar hasil pengamatan
*     Dikotil
Ø  Ambil bagian batang pada bayam
Ø  Buat penampang melintangnya dengan mengiris setipis mungkin batang bayam
Ø  Letakkan pada kaca objek, lalu tetesi dengan air
Ø  Amati dibawah mikroskop dengan pembesaran perlahan-lahan dari yang terendah
Ø  Gambar hasil pengamatan

c.    Melihat daun tumbuhan
*     Monokotil
Ø  Ambil bagian daun pada tebu
Ø  Irislah setipis mungkin daun tebu
Ø  Letakkan pada kaca objek, lalu tetesi dengan air
Ø  Amati dibawah mikroskop dengan pembesaran perlahan-lahan dari yang terendah
Ø  Gambar hasil pengamatan
*     Dikotil
Ø  Ambil bagian daun pada bayam
Ø  Irislah setipis mungkin daun bayam
Ø  Letakkan pada kaca objek, lalu tetesi dengan air
Ø  Amati dibawah mikroskop dengan pembesaran perlahan-lahan dari yang terendah
Ø  Gambar hasil pengamatan

III.      Tabel hasil pengamatan
 







   I. 
   I.      Pembahasan
*     Tumbuhan Monokotil
Akar

 

Pada dasarnya susunan jaringan pada akar tumbuhan monokotil adalah sama dengan yang terdapat pada akar tumbuahan dikotil. Namun beberapa perbedaan yang tampak adalah :
a)    Endodermis sering membentuk dinding sekunder yang tebal sehingga mudah dikenali pada penampang melintang akar dengan pewarnaan yang baik.
b)    Pertumbuhan xilem awal terhenti sebelum bagian pusat terbentuk sehingga jalur-jalur xilem tidak berbentuk binang melainkan satu ikatan dengan lainnya.
c)    Pada akar monokotil antara xilem dan floem tidak terdapat kambium, sehingga xilem dan floem tersusun secara tidak teratur.

  Batang

Add caption


Pada batang monokotil, ukuran meristem apikalnya kecil. Jika dilihat, struktur penampang melintangbatang tanaman monokotil, dapat dijumpai struktur jaringan sebagai berikut.
a)    Epidermis merupakan struktur terluar yang disusun oleh satu lapis sel. Epidermis dilengkapi denganstomata dan bulu-bulu. Pada umumnya epidermis tumbuhan monokotil sama dengan tumbuhan dikotil.

b)    KorteksJaringan korteks terdiri atas beberapa lapis sel dengan rongga-rongga udara di antara sel-selnya. Fungsi jaringan ini yaitu sebagai tempat pertukaran gas. Pada tumbuhan monokotil, korteks kadang-kadangterdeferensiasi secara baik atau kadang sangat sempit, bahkan tidak dapat dibedakan dengan stele.

c)    StelePada tumbuhan monokotil, batas korteks dan stele biasanya tidak terlalu terlihat. Xilem dan floemterdapat pada lapisan stele ini dan susunan berkas pengangkut yaitu bertipe kolateral tertutup, sehinggabatang pada tumbuhan monokotil tidak mengalami pertumbuhan membesar.

d)    Empulur, terletak di bagian paling dalam dan tersusun dari jaringan parenkim. Pada beberapa tumbuhan,empulur ada yang menghilang, misalnya pada tumbuhan padi.-Pada batang dikotil ditemukan tiga daerah yaitu epidermis yang tersusun atas selapis sel, banyakmengandung kitin, dan mempunyai stomata. Korteks tersusun atas endodermis terdiri atas selapis selyang mengelilingi stele dan mengandung banyak butir tepung. Disebelah dalam epidermis umumnyaterdapat pita kolenkima yang merupakan modifikasi parekima dengan dinding selulosa yang menebaldisudut tempat pertemuan tiga atau lebih sel. Parenkima yang berbentuk bulat dengan dinding tipis dantidak terlalu memanjang ke segala arah, sel hidup dan mengandung cukup protoplasma, terdapat pulasel-sel sklerenkima. Stele batang dikotil terdiri atas tiga daerah pokok yaitu perisikel (sel-sel parenkimadan sklerenkima), berkas vaskular (xilem, floem dan kambium) juga ada jejari empulur. Struktur anatomibatang monokotil berbeda dengan batang dikotil. Pada stele batang monokotil mempunyai berkasvaskular yang tidak teratur (tersebar diseluruh stele termasuk empulur), bekas vaskular tidakmempunyai lapisan kambium dan umumnya tidak mengalami penebalan sekunder
   Daun
Jaringan Penyusun Daun Monokotil Beserta Letak, Fungsi, dan Ciri-Cirinya
No
Jaringan
Letak
Fungsi
Ciri - Ciri
a)
Epidermis
dan
kutikula
Lapisan permukaan atas
dan bawah daun.
– Melindungi lapisan sel di bagian dalam dari kekeringan.
– Mencegah penguapan air
melalui permukaan daun.
Terdiri dari satu sel dengan penebalan
dari zat kutin.
b)
Stomata
Berderet di antara urat
daun.
Sebagai jalan masuk dan keluarnya udara.
Mulut daun dengan dua sel penutup.
c)
Mesofil
Pada cekungan di
antara urat daun.
Membuat zat makanan melalui
fotosintesis.
Tidak mengalami diferensiasi, bentuknya
seragam kecuali mesofil berkas pengangkut lebih besar, kloroplasnya
lebih sedikit, dindingnya lebih tebal.
d)
Urat daun
Pada helai daun.
Transportasi zat.
Sejajar.
*     Tumbuhan Dikotil
    Akar

 
Akar tumbuhan dikotil pada umumnya tersusun atas bagian epidermis, korteks, endodermis, dan silinder pusat(stele).
a)    Epidermis, tersusun atas selapis sel, berdinding tipis, berkutikula, dan tersusun dari rapat. Sebagian besar sel epidermis membentuk rambut akar dengan jalan mengadakan perpanjangan ke arah lateral dari dinding luarnya. Rambut ini bermanfaat untuk memperluas permukaan sehingga penyerapan menjadi lebih efektif
b)    Korteks akar menempati sebagian besar akar. Terdiri beberapa lapis, di dalam korteks terdapat ruang antar sel yang memanjang sepanjang akar.
c)    Endodermis, satu atau beberapa lapis sel korteks di bawah epidermis memiliki dinding sel yang dilapisi suberin, sejenis karbohidrat yang menyebabkan bagian ini tampak berbeda dengan korteks yang lain. Lapisan sel korteks yang paling dalam tersusun rapat tanpa ruang antar sel dan terdiri atas sel=sel berbentuk kotak, disebut lapisan endodermis. Sel-sel endodermis mengalami penebalan suberin pada dinding-dinding radial dan vertikalnya sehingga membentuk semacam pita. Pita ini disebut pita caspary, sesuai dengan nama penemunya, Caspary.
d)    Silinder pusat, tersusun atas lingkaran tepi dan jaringan pembuluh. Lingkaran tepi terdapat di sebelah dalam dan berdampingan dengan endodermis, tersusun atas sel-sel parenkim. Pada bagian ini tumbuhlah akar lateral.
e)    Jaringan pembuluh tersusun atas jaringan xilem dan floem yang tersusun berselang-seling pada bidang radial. antara xilem dan floem dipisahkan oleh sederetan sel parenkim yang dikenal sebagai kambium.


Batang

 
Pada jaringan primer batang dikotil terdapat bagian-bagian berikut.

a)    Epidermis, lapisan ini terletak paling luar dari organ batang. Epidermis terdiri atas lapis sel yang dinding selnyasudah mengalami penebalan yang disebut kutikula. Lapisan kutikula ini berfungsi untuk melindungibatang terhadap kekeringan. Sel-sel epidermis biasanya berbentuk rektanguler dan tersusun rapat tanpaadanya ruang antarsel. Susunan ini menyebabkan terjadinya pengurangan transpirasi dan dapatmelindungi jaringan di sebelah dalamnya dari kerusakan dan serangan hama. Pada beberapa jenistumbuhan, di sebelah dalam dari epidermis batang dijumpai satu atau beberapa lapis sel yang berasaldari initial yang tidak sama dengan epidermis yang disebut hipodermis. Struktur hipodermis ini berbeda dengan sel-sel penyusun korteks. Epidermis dapat megalami deferensiasi membentuk derivat epidermis,antara lain stomata, trikoma, dan lain-lain.

b)    Korteks, terdiri atas kolenkim yang susunannya berdesakan rapat dan parenkim yang longgar denganbanyak ruang antarsel. Pada beberapa tumbuhan, parenkim korteks bagian tepi mengandung kloroplas,sehingga mampu mengadakan proses fotosintesis. Parenkim ini disebut klorenkim.

c)    Endodermis, sering disebut juga floeterma atau sarung amilum karena banyak berisi butir-butir amilum.Pada beberapa tumbuhan, floeterma mengalami penebalan membentuk pita caspary. Endodermis terdiri atas satu lapisan sel saja danberfungsi sebagai pemisah antara korteks dan silinder pusat.

d)     Silinder Pusat atau SteleLapisan silinder pusat ini terdiri atas dua bagian.

§  Perisikel atau perikambiumLapisan silinder pusat ini bersifat meristematis. Sel-sel pada lapisan perikambium aktif membelah danmenghasilkan sel-sel yang baru. Kemampuan meristematis inilah yang mengakibatkan batang tumbuhandikotil dapat tumbuh besar.
§  Berkas pengangkut, terdiri atas xilem dan floem.Di antara xilem dan floem terdapat kambium intravaskuler. Kambium ini menyebabkan pertumbuhansekunder berlangsung terus-menerus, tetapi pertumbuhan sangat ditentukan oleh keadaan lingkungan.Pada saat air dan zat hara tersedia cukup, yaitu pada musim penghujan, maka pertumbuhan sekunderterhenti. Jika keadaan lingkungan tidak mendukung, maka pertumbuhan sekunder berlangsung lagi.Demikian silih berganti sehingga menyebabkan pertumbuhan sekunder batang tampak berlapis-lapis.Setiap lapis terbentuk selama satu tahun dengan bentuk melingkar konsentris mengelilingi pusat.Lingkaran konsentris tersebut dinamakan lingkaran tahun
Daun
Jaringan Penyusun Daun Dikotil Beserta Letak, Fungsi, dan Ciri-Cirinya
No
Jaringan
Letak
Fungsi
Ciri - Ciri
a)
Epidermis
Menyusun lapisan permukaan
atas dan bawah daun.
– Melindungi lapisan sel di
bagian dalam dari kekeringan.
– Menjaga bentuk daun agar
 tetap.
Terdiri dari satu lapis sel kecuali
tanaman Ficus (tanaman karet).
b)
Kutikula
Melapisi permukaan
atas dan bawah daun.
Zat kutin pada kutikula
mencegah penguapan air
melalui permukaan daun.
Penebalan dari zat kutin.
c)

Stomata
Melapisi permukaan
atas dan bawah daun
– Sebagai jalan masuk dan
keluarnya udara.
– Sel penjaga sebagai pengatur
membuka dan
menutupnya stomata.
Mulut daun pada epidermis
dengan dua sel penutup
d)
Rambut dan
kelenjar
Permukaan atas dan
bawah daun.
Alat pengeluaran.
Alat tambahan pada epidermis
e)
Mesofil
Di antara lapisan epidermis
atas dan
bawah.
Tempat berlangsungnya
fotosintesis.
– Terdiri dari sel parenkim,
banyak ruang antarsel.
– Kebanyakan berdiferensiasi
menjadi palisade (jaringan
tiang) dan spons (jaringan
bunga karang).
– Sel-sel jaringan tiang berbentuk
silinder, tersusun rapat,
dan mengandung klorofil.
– Sel-sel jaringan bunga karang
bentuknya tidak teratur, bercabang-
cabang dan berisi
kloroplas, susunannya renggang.
f)
Urat daun
Pada helai daun.
Transportasi zat.
Menyirip atau menjari.




 
penutup
Kesimpulan dan Saran-Saran
Kesimpulan
v  Jaringan adalah sekumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi sama
v  Pada tumbuhan monokotil dan dikotil terdapat perbedaan penyusunan jaringannya, yaitu pada monokotil ikatan pembuluhnya menyebar, sedangkan pada dikotil tersusun melingkar.
v  Baik pada batang monokotil maupun dikotil, terdapat beberapa jaringan yaitu epidermis, korteks dan jaringan ikatan pembuluh (xylem dan floem). Sedangkan jaringan cambium hanya terdapat pada dikotil.
v  Pada daun terdapat jaringan epidermis atas, epidermis bawah, jaringan palisade, jaringan spon, berkas pembuluh dan stomata.

Saran-Saran
v  Pastikan seluruh alat yang digunakan dalam keadaan bersih
v  Buatlah irisan penampang setipis mungkin agar mudah diamati
v  Setiap pengamatan harus dilakukan dengan teliti untuk mendapatkan hasil yang maximal
v  Dalam proses pengamatan objek dengan menggunakan microskop pengaturan focus sebaiknya dilakukan dengan pelan-pelan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar