Selasa, 20 September 2011

Osmosis dan Difusi Sel

Kata Pengantar 
Assalamu allaikum wr.wb Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan saya kemudahan beserta petunjuknya sehingga saya dapat dan mampu melakukan sebuah praktikum Biologi untuk mengamati peristiwa difusi dan osmosis paada membran sel. Tidak lupa pula saya ucapkan banyak terimakasih kepada Guru Biologi saya, selaku guru pembimbing dalam melakukan sebuah praktikum tersebut. Tugas ini dibuat dan diusahakan agar tidak terjadi kesalahan di dalamnya. Akan tetapi, sebagai manusia yang serba kekurangan pastilah ada berbagai kesalahan yang terjadi baik dengan sengaja maupun tidak sengaja. Untuk itu, atas segala kekurangan dan kesalahan yang terjadi, maka sebagai penyusun saya memohon maaf disertai harapan supaya para pembaca memberikan kritikan dan sarannya agar di hari mendatang kesalahan ini tidak terulang lagi. Lebih lanjut saya ucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah memberikan sumbangsihnya dalam penyelesaian tugas ini. Akhir kata, saya ucapkan sekian dan terima kasih.



PENDAHULUAN
Latar Belakang
Mempelajari dunia kehidupan tidak terlepas dari pengetahuan tentang hirarki biologi. Dalam pengetahuan biologi, sel merupakan unit terkecil yang dapat melakukan aktivitas kehidupan. Selain itu, dalam organisme terdapat alat transpor yang mampu mengatur organisme lainnya. Sehingga membran sel tersusun atas senyawa fosfolipid bilayer. Oleh karena itu, sel mampu melakukan transpor zat. Hal ini sangat dibutuhkan oleh tumbuhan agar mereka dapat mendistribusikan energi yang mereka dapatkan dari alam.
Dalam kehidupan sehari-hari istilah transportasi sel sudah tidak asing lagi kita dengar. Transportasi sel tidak hanya terjadi pada tumbuhan tetapi juga pada manusia juga hewan. Transportasi tumbuhan adalah proses pengambilan dan pengeluaran zat-zat ke seluruh bagian tubuh tumbuhan, pada mekanisme proses penyerapan terdapat proses difusi dan osmosis. Untuk dapat mengetahui bagaimana proses difusi dan osmosis dilakukan percobaan dengan menggunakan kentang.
Dasar Teori
Difusi adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Difusi melalui membran dapat berlangsung melalui tiga mekanisme, yaitu difusi sederhana (simple difusion),difusi melalui saluran yang terbentuk oleh protein transmembran (simple difusion by chanel formed), dan difusi difasilitasi (fasiliated difusion).
 Osmosis merupakan proses perpindahan air dari daerah yang berkonsentrasi rendah (hipotonik) ke daerah yang berkonsentrasi tinggi (hipertonik) melalui membran semipermiabel. Membran semipermiabel adalah selaput pemisah yang hanya bisa ditembus oleh air dan zat tertentu yang larut di dalamnya. Keadaan tegang yang timbul antara dinding sel dengan dinding isi sel karena menyerap air disebut turgor, sedang tekanan yang ditimbulkan disebut tekanan turgor.

Tujuan
§  mampu memahami proses difusi dan osmosis
§  dapat membedakan proses difusi dan osmosis
Rumusan masalah
§  Apa yang terjadi pada kentang akibat adanya proses difusi dan osmosis
§  apakah difusi dan osmosis itu
 
Eksperimen Ii : transportasi zat
   I.      Alat dan Bahan :
a.    Alat-Alat :
§  Neraca / Timbangan
§  Gelas Kimia 4 buah
§  Batang Pengaduk
§  Tissue
b.    Bahan-Bahan :
§  Kentang
§  Larutan Gula (0%, 5%, 10%, 25%)

  II.      Langkah-Langkah
Ø  Pembuatan larutan
·         0%             = 100ml air
·         5%             = 100ml air + 5gr gula pasir
·         10%            = 100ml air + 10gr gula pasir
·         25%            = 100ml air + 25gr gula pasir
Ø  Kupas kentang lalu potong bentuk balok sebanyak 4 buah (A, B, C, D).
Ø  Timbang masing-masing irisan kentang menggunakan neraca dan catat pada tabel pengamatan.
Ø  Masukkan masing-masing potongan kentang yang telah ditimbang ke dalam larutan gula dengan konsentrasi yang berbeda.
Ø  Setelah 20 menit amati potongan kentang tersebut lalu keluarkan dari rendaman.
Ø  Tiriskan pada kertas tissue lalu timbang kembali menggunakan neraca.

   I.      Tabel Pengamatan
Kentang
Sebelum perendaman
Setelah perendaman
Ket.
A
6, 58 gr
6, 59 gr
Osmosis
B
6, 59 gr
7, 00 gr
Osmosis
C
6, 04 gr
5, 95 gr
Difusi
D
5, 20 gr
4, 82 gr
Difusi

  II.      Pembahasan
Kentang A   
  Kentang B
 Kentang C
     kentang D











ü  Pada eksperimen pengetesan kentang A massa mula-mula adalah 6, 58 gr. Setelah di rendam selama 20 menit di larutan gula dengan konsentrasi 0%, potongan kentang tersebut ditimbang lagi dan massanya 6, 59 gr. Massa awal dan massa akhir dari kentang tersebut tidak menunjukkan selisih yang besar. Hal ini berarti potongan kentang tidak mengalami perpindahan molekul.

ü  Pada eksperimen pengetesan kentang B massa mula-mula adalah  6, 59 gr. Setelah direndam dalam larutan gula selama 20 menit, potongan kentang ditimbang dan massanya menjadi 7, 00 gr. Massa kentang setelah direndam dalam air bertambah 0,41 gr. Dalam hal ini, Konsentrasi larutan gula lebih tinggi dibanding konsentrasi kentang. Hal ini berarti ada sebagian molekul air yang berpindah ke dalam potongan kentang selama kentang direndam di dalam air. Sehingga akibat perbedaan konsentrasi tersebut, molekul air berpindah dari zat pelarut (air) ke dalam potongan kentang melalui suatu membran. Perpindahan molekul zat dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah disebut difusi.

ü  Pada eksperimen pengetesan kentang C massa mula-mula adalah 6,04 gr. Setelah direndam dalam larutan gula 10% selama 20 menit, potongan kentang ditimbang dan massanya menjadi 5, 95 gr. Massa kentang berkurang 0,11 gr. Hal ini membuktikan bahwa telah terjadi perpindahan molekul dari potongan kentang yang direndam dalam larutan gula dengan konsentrasi 10% ke larutan gula. Konsentrasi kentang lebih rendah dibanding dengan konsentrasi larutan gula. Akibat perbedaan konsentrasi tersebut molekul air dari potongan kentang berpindah ke larutan gula yang disebut osmosis.

ü  Pada eksperimen pengetesan kentang D massa mula-mula adalah 5,80 gr. Setelah direndam dalam larutan gula 25% selama 20 menit, potongan kentang ditimbang dan massanya menjadi 4,82 gr. Massa kentang berkurang 0, 98 gr. Hal ini membuktikan bahwa telah terjadi perpindahan molekul selama potongan kentang direndam dalam larutan gula dengan konsentrasi 25%. Konsentrasi kentang lebih rendah dibanding dengan konsentrasi larutan gula. Sehingga terjadi perpindahan molekul dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi yang disebut osmosis.

ü  Apabila larutan gula dibuat makin pekat, konsentrasinya semakin besar, maka kekurangan berat yang dialami oleh potongan kentang itu akan semakin besar dan cepat karena perbedaan konsentrasi zat semakin besar. Hal tersebut mengakibatkan air semakin cepat berpindah dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi.

ü  Terjadi penurunan berat kentang akibat perpindahan air dari sel-sel kentang ke larutan.

ü  Kelunakan kentang dan pengurangan berat bergantung pada konsentrasi larutan. Semakin hipertonis larutannya, maka semakin lembek kentangnya, juga semakin banyak pengurangan beratnya.

ü  Larutan hipotonis adalah larutan yang mempunyai konsentrasi yang lebih rendah, sedangkan larutan hipertonis adalah larutan yang mempunyai konsentrasi lebih tinggi (pekat). Dari contoh di atas yang merupakan larutan hipotonis adalah air dalam potongan kentang jika dibandingkan dengan laturan gula. Sel-sel kentang kekurangan air (isi sel), akibatnya terjadi plasmolisis yang mengakibatkan penurununan tekanan turgor. Jika tekanan turgor menurun akibatnya kentang menjadi empuk dan lembek.

ü  Untuk kentang yang direndam dalam aquades, peristiwa yang berkebalikan terjadi. Air dari larutan masuk ke dalam sel-sel kentang, karena sel-sel kentang hipertonis dibandingkan air. Akibat masuknya air ini menyebabkan isi sel bertambah, dan sel dalam keadaan turgid (tekanan turgor tinggi). Inilah yang menyebabkan kentang menjadi keras dan beratnya bertambah

Penutup
Kesimpulan dan Saran-Saran
Kesimpulan
v  Pada kentang yang di masukkan ke dalam larutan gula mengalami proses osmosis yang di buktikan dengan berkurangnya berat kentang setelah di rendam ke dalam larutan gula.

v  Pada proses osmosis semakin peka suatu zat maka semakin besar penyusutan berat zat yang tidak terlalu pekat.

v  Difusi merupakan pergerakan atau perpindahan partikel atau molekul suatu zat (padat,cair, atau gas) dari tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat yang berkonsentrasi rendah, baik melewati membran ataupun tidak. Sedangkan osmosis merupakan proses perpindahan molekul-molekul zat pelarut (air) dari tempat yang berkonsentrasi rendah menuju ke tempat yang berkonsentrasi tinggi dengan melewati membran semipermeabel.

v  Molekul berukuran kecil dapat melewati membran sel dengan dua cara, yaitu dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah, atau bisa jugaMenuruni gradien konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.

v  Banyaknya gula yang dicampur dengan air sangat mempengaruhi peristiwa osmosis dan difusi.

Saran-Saran
v  Setiap pengamatan harus dilakukan dengan teliti untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
v  Perbandingan antara gula dengan air haruslah akurat supaya hasil yang di dapat juga maksimal
v  Sebaiknya perendaman dilakukan dalam jangkau waktu yang lebih lama agar proses osmosis dan difusinya lebih terlihat.



        
                                    
         
                                   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar